Saya tidak tahu bagaimana harus memulai post ini, (tarik nafas lalu buang), since saya sedang akan membahas sebuah klub sepakbola yang saya cintai, yang accidentally dengan bodohnya kalah lagi akhir pekan kemarin. Semacam kehabisan kata-kata diawal hanya untuk membuka dan memulai membahasnya saja mungkin sudah cukup menggambarkan emosi yang sedang saya alami saat ini. Tapi urge untuk menuliskan pendapat daripada sekedar bersumpahserapah saya rasa lebih baik untuk menyalurkan emosi ini.
Kenapa judulnya, "Now, I feel you"? Sebab saya rasa selama beberapa tahun terakhir saya cukup sering menyela klub Merseyside merah sampai-sampai teman saya kadang hanya tersenyum sambil berharap hari dimana dia bisa nyela saya seperti itu datang. Well, Yod, the day has come. Selain itu juga ke klub London Utara warna merah juga. Sepertinya celaan saya mengenai bagaimana kapten mereka pindah dan puasa delapan tahun mereka sepertinya akan menjadi pelecut bagi mereka untuk datang ke saya dan mem-bully saya habis-habisan. Dan kali ini, saya seperti berada di posisi mereka beberapa tahun terakhir: Objek Bully Paling Empuk. Bagi mereka, tidak ada waktu yang lebih baik lagi untuk membalas semua cacian saya di masa lalu. Kali ini, klub saya adalah pecundangnya.
Enough with that, lets talk about football:
WHAT THE FUCK IS WRONG WITH YOU, MOYES! YOU F*CKIN INHERIT A LEAGUE WINNING TEAM AND YOU TURN IT INTO A LAUGHING STOCK FOR THE WHOLE F*CKIN WORLD?!
Anda tahu bagaimana rasanya bagi saya bisa mengucapkan dan menuliskan itu?
Lega. Sangat Lega. Plus jadi semakin emosi.
Sebagai pendukung Manchester United semenjak 10 tahun lalu, saya selalu merasa sangat percaya diri setiap kali musim baru dimulai. Karna saya tahu, musim akan dijalani dengan baik, ya sejelek-jeleknya tidak lepas dari 4 besar, lah. Tapi semenjak The Great Elder of Old Trafford and The Man Behind All of The Success, Sir Alex Ferguson, memutuskan untuk pensiun di akhir musim lalu, saya mulai merasa insecure. Selama 26 tahun terakhir, Manchester United berada di zona nyaman dibawah kepemimpinan Sir Alex. Liga Champion adalah sebuah kepastian setiap musimnya, dan paling tidak ada satu trophy yang singgah di OT setiap musimnya. Then came the inevitable, Sir Alex pensiun dan klub akan dipimpin oleh manajer lain. Dan yang beruntung mendapatkan pekerjaan paling prestisius itu adalah: David Moyes. Seorang Skotlan lainnya yang digadang cut from the same cloth dengan Sir Alex. Hanya saja, jika Sir Alex datang ke OT dengan trophy sebagai pembuktiannya, Moyes datang dengan tangan hampa. Saya tidak akan mengatakan bahwa David Moyes bukanlah pilihan terbaik atau dia tidak cukup mampu untuk menjadi manajer klub sebesar Manchester United, tapi fakta yang ada sekarang berbicara lain. Mungkin, terlalu dini buat saya, seorang amateur football analyst untuk mengatakan bahwa Moyes gagal, tapi fakta dimana tim yang di wariskan Sir Alex berhasil memenangkan Liga musim lalu dan pada hari ini saya melihat klasemen, klub ini nowhere near the top 4, adalah sebuah kegilaan tersendiri. Kekalahan 1-0 terakhir, akhir pekan lalu, oleh Newcastle, DI KANDANG SENDIRI, seperti menghancurkan semua sebagian besar kepercayaan kami pada David Moyes. Newcastle tidak pernah menang melawan United di OT selama berpuluh tahun. Everton, di minggu sebelumnya juga tidak pernah menang di OT selama berpuluh tahun, juga akhirnya menang. Catastrophe. Mungkin Moyes harus diingatkan bahwa sekarang sudah Desember. Liga sudah berjalan setengah musim, dan gelar liga sudah seperti terbang dari Old Trafford dari jauh-jauh hari. Bahkan, Liga Champion musim depan saja nampak samar. Moyes, if you are truly "The Chosen One", do better than this!
David Moyes mungkin perlu diberi kepercayaan dan fans mungkin harus lebih bersabar lagi. Sir Alex butuh tiga tahun untuk mendatangkan gelar pertamanya dan butuh 7 tahun untuk memenangkan gelar liga yang pertama dalam 26 tahun untuk Manchester United. Hanya saja, Moyes perlu ingat bahwa tim yang dulu pertama dipimpin oleh Sir Alex, dulu, berbeda dengan yang dia punya sekarang. Tim yang dia pimpin sekarang adalah tim dengan kualitas yang sangat amat baik. Tim yang berhasil memenangkan liga di musim sebelumnya. Fans akan mengerti bila gelar liga harus berpindah tangan musim ini, kami mengerti perlu adanya masa transisi. Tapi akan menjadi sebuah kegagalan besar bila United gagal berpartisipasi di Liga Champion, musim depan. Kami akan memahami bila kami akan menjadi bulan-bulanan teman-teman kami selama musim ini, dan mungkin 1-2 tahun kedepan, tapi Moyes, tolong, perbaiki kinerja tim. Sir Alex memercayakan sebuah tradisi panjang dan sebuah dinasti kepada anda, kami percaya pada anda, jadi tolong, jangan kecewakan semuanya.
Terakhir, untuk menutup ini, just a small reminder for all of United fans:
"I'd also like to remind you that when we had bad times here the club stood by me, all my staff stood by me, the players stood by me - your job now is to stand by our new manger. That is important."
Sir Alex Ferguson
So, for the time being: Now, I feel you.
#SongToThisPost Glory Glory Man United
No comments:
Post a Comment