Nampaknya kami mulai terbiasa dengan kekalahan. Sesuatu yang nampaknya sangat tidak mungkin terjadi jika hal ini diucapkan setidaknya 5 tahun yang lalu. Tapi itu kenyataannya. Semenjak David Moyes dipilih (secara langsung) oleh The Greatest Manager of All Time, Sir Alex Ferguson, sepertinya kekalahan sudah menjadi kata yang tidak asing lagi di kuping kami pendukung Manchester United. Kalah dua kali berturut-turut di masa Sir Alex sudah seperti akhir dunia bagi kami, tapi ini? Kami kalah tiga pertandingan berturut-turut di tiga kompetisi berbeda saja kami seperti sudah mengerti dan sudah mulai masa bodoh. Tertinggal 14 poin dari Arsenal di klasemen liga dan hanya mampu menempati posisi tujuh bahkan di bawah Everton dan Tottenham Hotspurs. Sang Juara Bertahan, sampai di akhir Januari, hanya mampu berada di posisi tujuh. TUJUH. Salut, Moyes.
Beberapa artikel menyebutkan faktor badai cidera sebagai faktor yang tidak bisa dilupakan. Cidera yang kerap menghantui Robin van Persie (Sounds familiar, isn't it?) dan Wayne Rooney musim ini nampak betul-betul menghancurkan kemampuan United untuk bermain baik. Tapi seharusnya United lebih besar dari sekedar Rooney dan van Persie, kan? Okay, Carrick, Rafael, dan beberapa pemain lain juga kerap menjadi pesakitan musim ini, tapi bukan artinya ini bisa dijadikan alasan untuk berada di posisi tujuh klasemen dan kalah dari Sunderland di semi final Piala Liga! Jangan jadikan alasan badai cidera dan pemain yang underperforming sebagai alasan, Moyes! Anda lebih memilih berjudi dengan pemain yang belum fully fit dibandingkan memainkan Kagawa yang fit 100%. Anda lebih memilih memainkan pemain sayap yang tidak bisa bermain konsisten dan kerap merugikan dibandingkan memberikan Wilfried Zaha, pemain muda yang dipercaya oleh Sir Alex, kesempatan untuk bermain. Dimana logika anda, Tuan Moyes? Okay saya hanya fans yang tidak mengerti seluk beluk pemilihan pemain secara teknis dan taktis, tapi kami sudah melihat permainan United sejak lama, Tuan Moyes. Kami juga melihat permainan Kagawa musim lalu, dia pemain yang bisa dipercaya. Sebagian dari kami juga sudah menyaksikan bagaimana Zaha bisa mengubah pertandingan dengan dribbling nya. Iya, dia masih muda, tapi bukan berarti dia tidak bisa memberika perubahan, kan?
Pembelian pemain juga bagi saya menjadi masalah bagi United. Musim panas yang lalu sepertinya ada musim panas terburuk bagi United jika dilihat dari segi pembelian pemain. Dikaitkan dengan nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, THIAGO (khusus ini adalah yang paling amat saya sesalkan, dan Fabregas, tapi berujung dengan siapa? Moruanne Fellaini. £27 Juta. Overprice. Overhype. Okay, selama dia di Everton dibawah David Moyes, setiap Everton bertanding melawan United, Fellaini adalah salah satu pemain yang saya takuti. Tapi apakah dia pantas dihargai £27 juta? Tidak! Dengan angka itu, David Moyes bisa mendapatkan 2 Christian Eriksen, kalau bisa! Christian Eriksen datang ke Tottenham Hotspurs dengan harga £11 juta, dan kualitasnya sudah terbukti, dan ia juga yang akhir-akhir ini semakin menggila performanya di bawah Tim Sherwood di Tottenham. Moyes bisa saja dengan mudah mendatkan Eriksen, dengan harga yang sangat murah pula, tapi saya bahkan tidak pernah mendengar Moyes tertarik dengan Eriksen. Dan mungkin Moyes menyesali keputusannya.
Dan Januari ini, United akan melakukan apa yang menurut saya sebagai "Panic Buying" dalam rupa seorang Juan Mata. Personally, saya menyukai Juan Mata. Dia pemain yang cukup kreatif dan memiliki teknik layaknya seorang Spaniard lainnya, mumpuni. Tapi apa dia pemain yang dibutuhkan United? Atau ini hanya karna United begitu putus asa dalam mendapatkan pemain, sehingga begitu ada big name yang bisa didatangkan, mereka tanpa pikir panjang apakah ia akan betul-betul berguna atau cocok dengan tim, mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar? £37 juta, dan mungkin naik sampai £42 juta, adalah angka yang fantastis, apalagi hal ini dilakukan di bulan Januari. Terutama melihat fakta lain dimana Mata tidak akan bisa dimainkan United di Liga Champion. Ini buang-buang uang. Kecuali Moyes betul-betul mengubah cara bermain United dan salah satu dari Rooney atau van Persie keluar dari United, baru pembelian ini akan nampak berguna. Tapi untuk musim ini, Mata saya rasa bukanlah solusi instan yang diharapkan. Saya mungkin salah. Mungkin. Tapi ini hanya sebuah pendapat.
Manchester United, atau David Moyes secara particular, harus bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan musim ini. Tidak perlu menghibur kami, atau diri sendiri, dengan mengatakan United masih bisa mempertahankan gelar, kami tidak butuh itu. Paling tidak, pastikan musim depan United masih masuk di 32 tim elite Eropa di Liga Champions. Gunakan pemain-pemain, yang selama kurang lebih tujuh bulan anda sebagai manajer Manchester United, tidak anda berikan kepercayaan. Pemain seperti Kagawa sebagai otak serangan United, Zaha sebagai sayap, dan Jones sebagai central defender. Pastikan United mengakhiri musim ini di 4 besar, dan saya yakin, kesulita anda mendatangkan pemain kelas dunia ke Old Trafford akan (sedikit) berkurang.
Tolong, David Moyes, believe in yourself.We wanted to believe in you. Show us what you can really do. Then the rest will follow.
#GGMU
#SongToThisPost Glory Glory Man United



No comments:
Post a Comment