Sebelumnya apa yang akan saya
tulis disini pernah saya tulis juga di blog saya sebelumnya, tapi mohon jangan tanya
apa alamat blog saya itu karna saya tidak akan pernah mau memberitahu karena
blog itu penuh dengan kenistaan saya di masa remaja. Dan ketika saya tulis “Di
masa remaja” mohon tidak menanyakan berapa usia saya. Sensitif.
Bagi beberapa orang, apa yang
akan coba saya elaborasikan disini adalah sebuah olahraga yang penuh kekerasan
dan tidak bermoral serta tidak ada gunanya, tapi saya disini ingin untuk
memberikan sudut pandang lain mengenai cabang olahraga yang satu ini, bahwa
olahraga yang satu ini lebih dari sekedar orang membanting tubuh orang lain di
ring atau ketika steel chair atau sledgehammer menjadi bagian olahraga ini.
Iya, saya akan membahas cabang olahraga (terserah sih bila pembaca tidak mau
menyebutnya olahraga) gulat professional atau Pro-Wrestling, atau yang di
Indonesia lebih di kenal dengan istilah “Smackdown!” (Baca: smekdon).
Pertama-tama, “Smackdown!”
sendiri bukanlah sebuah term yang bisa digunakan untuk merujuk olahraga satu
ini, karna sejatinya, “Smackdown!” adalah sebuah acara televisi yang diproduksi
oleh WWE (Dulu WWF) yang memang menampilkan pertunjukan gulat professional setiap
minggunya. Mungkin karna acara gulat pertama yang booming di Indonesia itu
adalah WWF SmackDown!, maka istilah ini melekat di pikiran kebanyakan orang di
Indonesia. Tapi sebenarnya pro-wrestling lebih dari sekedar Smackdown .
Ketika saya mulai menulis artikel
ini, WWE mulai memasuki periode yang paling menarik untuk diikuti setiap
tahunnya, yaitu: Road To Wrestlemania.
Wrestlemania itu sendiri seperti SuperBowl nya pro-wrestling, atau NBA Final
nya lah. Tapi sebelumnya, saya ingin teman-teman tahu apa sih pro-wrestling,
kenapa di Amerika olahraga ini bisa dinikmati semua kalangan bahkan wanita dan
anak-anak sekalipun, dan apa sih yang membuat olahraga ini menarik untuk
diikuti. Semoga artikel ini bisa membuka wawasan teman-teman mengenai olahraga “barbaric”
ini.
![]() |
| Undertaker vs Triple H |
Pro-Wrestling itu berbeda total
dengan gulat yang biasa ditandingkan di Olimpiade. Pro-Wrestling lebih bebas
baik secara gerakan dan peraturan. Dan yang terutama, yang dijual bukanlah
sekedar olahraga, tapi lebih ke sebuah cerita yang menjadikan gulat itu sendiri
sebagai penentu dari alur cerita itu sendiri. Dan ketika membahas tentang
pro-wrestling, banyak orang yang menyebutnya sebagai olahraga “bohongan” atau
sejenisnya, tapi ini keliru. Pro-wrestling adalah olahraga sekaligus sinetron,
karna, seperti yang sudah saya sebutkan, yang di jual adalah cerita yang tidak
pernah putus yang membungkus gulatnya itu sendiri. Ketika orang-orang berkata
bahwa ini adalah olahraga “bohongan”, kesalahannya adalah, bahwa olahraga ini
tidak bohongan: the risk, impact, and some of the painful thing they do are
real. Yang membuat orang-orang berpendapat bahwa ini adalah “bohongan” adalah
karna hasil dari setiap pertandingan itu sebetulnya sudah di tentukan, atau pre-determined. Tapi sekali lagi, ini
dilakukan untuk menyokong alur cerita yang sedang berlangsung atau storyline. Dan layaknya cerita lainnya,
di pro-wrestling pun ada tokoh baik dan jahat. Karakter baik itu biasa disebut “Babyface/Face”, sedangkan tokoh
antagonis biasa disebut dengan istilah “Heel”.
Dan karakter baik tidak selamanya akan menjadi Babyface, dan tidak selamanya seorang heel akan tetap menjadi tokoh jahat. Dalam perjalanan kariernya,
seorang pro-wrestler bisa berubah-ubah dari heel ke face lalu ke heel lagi lalu
ke face. Semua tergantung storyline atau sekedar untuk memperbaharui karakter
yang dibawakannya agar tidak membosankan. Karna setiap pegulat mempunyai
karakter atau persona nya masing-masing. Ada yang karakternya sebagai bos yang
suka menyalahgunakan kekuasaannya (Contoh: Triple H dan Stephanie McMahon
2014), ada yang sebagai seorang underdog
yang berusaha melawan evil bosses itu sendiri (Contoh: CM Punk dan Daniel
Bryan), ada yang seperti cult leader yang nuansanya mistis dan mengerikan
(Contoh: Bray Wyatt and Wyatt Family), dan tentunya ada karakter panutan
anak-anak yang selalu bisa mengalahkan lawannya yang jahat dengan cara yang
benar seperti yang dibawakan oleh John Cena (BOO!). Karakter dalam pro-wrestling
sangat beragam. Dan itu yang membuat industry ini begitu menarik. Alur cerita
yang ada juga tidak pernah putus. Akan selalu ada persaingan baru dengan alur
cerita baru, dengan lawan yang baru.
![]() |
| John Cena |
Saya adalah penggemar
pro-wrestling in general, dan WWE in specific. WWE sendiri adalah satu dari
beberapa promotor dari pro-wrestling di Amerika yang sangat mengedepankan nilai
hiburan dalam acaranya. WWE di masa sekarang sangat berbeda dengan WWE/WWF yang
mungkin pernah anda tonton sebelumnya. Karna di era yang sekarang ini, WWE
menyediakan produk yang family oriented dan child-friendly. Tidak ada lagi steel
chair to the head atau gerakan-gerakan yang terlalu berbahaya, karena, selain
karna adanya awareness untuk masalah concussion, juga karena produk mereka
ditujukan kepada anak-anak. Karakter yang ada sekarang banyak yang
child-friendly karakter. Meskipun ceritanya tetap bermaterikan hal-hal dewasa,
tapi WWE berusaha untuk menyajikannya dengan format yang bisa dinikmati semua
orang. Ini alasan begitu banyak orang tua yang membawa anak mereka menyaksikan
WWE Live Event, karena mereka tahu yang mereka akan saksikan adalah acara yang
menghibur. Mungkin disini, perbedaan yang bisa saya sadari adalah dimana
perbedaan anak-anak disana dan di Indonesia menjadi sesuatu yang tidak bisa
dipungkiri. Anak-anak disana tahu kalau apa yang mereka lihat di TV itu sesuatu
yang tidak boleh mereka tiru, dan orang tua juga cukup bijak dalam membantu
mereka melihat pro-wrestling, sedangkan di Indonesia, anak-anak disini tidak
peduli tentang pesan yang mereka lihat di TV, yang mereka tahu adalah mereka
ingin menjadi karakter yang mereka lihat di TV dan bisa mempraktekan gerakan-gerakan
tersebut. Tapi saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai masalah itu. Kembali
ke topik.
![]() |
| Sheamus |
Teman-teman, pro-wrestling
bukanlah sekedar acara gulat yang penuh kekerasan dan tidak mendidik. Pro-wrestling
is a form of entertainment. Bahkan WWE sendiri menyebut produk mereka sebagai
produk Sports-Entertainment. Elemen
hiburan yang digunakan bahkan lebih banyak dibandingkan gulatnya itu sendiri.
Misalnya di weekly television show yang menjadi flagship program dari WWE, RAW,
dari total 3 jam acara, hanya 1 jam yang berisikan pertandingan gulat itu
sendiri, sisanya diisi oleh sesi promo,
dimana pro-wrestler (atau Superstar,
istilah yang digunakan oleh WWE untuk pegulatnya) berbicara sendiri atau dengan
lawannya di atas ring, untuk membuat cerita yang sedang mereka lakoni lebih
menarik. Jadi, di dunia pro-wrestling, seorang pegulat dituntut untuk tidak
hanya mampu untuk bergulat, tapi juga untuk berakting. Karna di dunia pro-wrestling,
ring skill terkadang tidak cukup, diperlukan mic-skill dan kemampuan untuk connect
with the audience agar bisa menjadi seorang superstar papan atas. Superstar
seperti John Cena dan The Rock bisa dilihat sebagai contoh dari pentingnya
acting, mic, dan in-ring skill di industry pro-wrestling. Karna di pro-wrestling,
promo hanya bisa dilakukan satu kali. Tidak ada take 2, atau cut dan
sejenisnya. Superstar harus bisa mengahapal script mereka dan membawakannya di
depan ribuan penonton di arena dan jutaan yang menyaksikan di televisi satu kali! Dan mereka dituntut untuk
tidak melakukan kesalahan. Jadi misalnya teman-teman memutuskan untuk
membuktikan penjelasan saya disini dan mulai menyaksikan RAW, misalnya, jangan
terlalu terpaku pada adegan banting-bantingannya, tapi coba focus ke hal lain
seperti cerita yang sedang berjalan. Yang sedang menjadi cerita utama di WWE
saat ini adalah Randy Orton vs Batista dan John Cena vs Bray Wyatt, dan lihat sosok Daniel Bryan yang menjadi idola penonton tapi selalu gagal menjadi juara karena bos-bosnya menganggap dia tidak cukup "menjual", lihat perjuangannya. Coba
pusatkan perhatian teman-teman ketika superstar-superstar ini melakukan promo,
atau ketika bagaimana sebuah cerita perlahan di unfold. Saya rasa menyaksikan
satu episode tidak akan cukup, karna akan sangat menarik untuk mengikuti ceritanya dan
mencari tahu apa yang terjadi dengan si A di episode berikutnya. Sama persis
seperti serial TV. Hanya saja, yang ini menggunakan elemen gulat sebagai
penentu. Coba deh.
At the end, pro-wrestling is more
than just a sport, it’s a different form of entertainment that actually can
amuse you. WWE memanggil fans nya sebagai WWE Universe, dan bagi saya, ini
bukan sekedar sebutan bagi fans dari pro-wrestling dan WWE, tapi juga untuk WWE
itu sendiri. WWE, with everything that is going in it, the characters, the storyline, the intrigue, is more than just a
wrestling promotion, it’s a universe: A different kind of universe. A Universe
of its own. WWE Universe.
Jadwal televisi WWE:
Monday Night RAW: Selasa, 8 pagi
@ internet (LIVE).
Friday Night Smackdown!: Sabtu, 8
pagi @ internet (recorded event)
Next Big EventL WWE Wrestlemania
XXX (Senin, 7 April, 6 pagi @ internet)
#SongToThisPost Electrifying –
Jim Johnston (The Rock Theme Song)




No comments:
Post a Comment