Setelah saya sadari, ternyata
sudah cukup lama juga ya saya tidak ngepost sesuatu di blog ini. Harusnya sih
ada beberapa tulisan yang sudah saya post disini, tapi karna beberapa alasan,
seperti memang saya rasa tidak cukup baik untuk di post, ataupun sampai yang
paling cliché yaitu malas ngelanjutin tulisan yang sudah diketik mebuat blog
ini semapt terbengkalai. Tapi diluar itu semua, kesibukan sebenarnya menjadi
alasan utama mengapa akhirnya saya gak sempat untuk menuangkan emosi dan
imajinasi saya di blog ini. Terutama di 2 bulan terakhir ini, hari-hari saya
terasa sangat padat dengan banyak hal. Walaupun sejujurnya saya sangat
menikmati kesibukan saya beberapa bulan terakhir ini. Dan minggu lalu menjadi
puncak segala kesibukan itu, dan menjadi sebuah momen yang sangat special bagi
saya.
Saya ingat sekali pembicaraan
saya dengan salah seorang teman saya, yang kebetulan mejabat sebagai ketua
himpunan program studi jurusan yang saya tempuh, mengenai rencana saya maju
untuk mengepalai sebuah acara kampus yang sedang mencari kepala acaranya.
Pembicaraan over a bowl of indomie goreng rendang itu masih melekat di benak
saya seperti itu baru terjadi kemarin, walaupun tanpa saya sadari, itu terjadi
di bulan November tahun lalu. Begitu cepat waktu berjalan tanpa kami sadari.
Dan beberapa minggu setelah percakapan itu, saya secara resmi ditunjuk oleh
himpunan untuk mempimpin acara tersebut. Membanggakan, sejujurnya, walaupun di
mata beberapa orang, acara ini tidak sebesar yang saya anggap. Tapi tetap saja,
bagi saya ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri untuk
mempimpin acara kampus yang satu ini, karena bagi saya, potensi yang dimiliki
acara ini begitu besar sehingga saya merasa terhormat diberi kesempatan ini.
Dan sejak saat itu, kerja keras pun dimulai bagi saya. Mulai dari meyakinkan
teman-teman saya untuk mau menerima jabatan coordinator divisi yang ada, proses
konsepsi, pengorganisasian, mencari dana, hingga hal-hal kecil lain yang kerap
mengisi hari-hari saya selama kurang lebih 6 bulan terakhir ini. Hal-hal kecil
seperti ketika dalam satu hari saya harus menghadiri 2 kelas dan di saat yang
sama ada beberapa rapat divisi yang harus saya ikut hadir, lalu ketika ada
waktu senggang saya harus berdiskusi dengan teman-teman coordinator, lalu ditarik
ke untuk rapat informal. Melelahkan. Tapi sangat menyenangkan. Dan begitu terus
selama 6 bulan terakhir ini. Hingga akhirnya pada tanggal 28 April kemarin,
semua kerja keras itu terbayar lunas ketika ratusan orang, bahkan mungkin
seribu lebih orang, datang berlalu lalang menikmati acara saya dari pagi hingga
penutupan yang begitu luar biasa. Tapi bagi saya, semua terasa begitu indah
adalah ketika pada H min. 1, saya melihat ruang Gedung Serba Guna yang tadinya
kosong, berubah perlahan, membentuk sebuah venue acara yang selama
berbulan-bulan sebelumnya hanya menjadi bayangan di otak saya. Begitu luar
biasa melihat teman-teman saya belalu-lalang bekerja saling membantu
mempersiapkan semuanya. Buat saya, itulah saat dimana saya merasa paling
bahagia.
Tapi diluar itu semua, apa yang
saya ingin utarakan, sesuatu yang belum sempat saya bagi dengan siapapun,
adalah perasaan saya secara pribadi mengenai keseluruhan persiapan hingga
eksekusi acara. Bukan rahasia lagi bahwa memang melakukan hal seperti yang saya
lakukan beberapa bulan terakhir adalah sesuatu yang sudah saya impikan sejak
lama. Dan bukan rahasia lagi jika memang saya telah beberapa kali mencoba dan
gagal. Dan begitu menempel di benak saya perkataan orang, bahkan beberapa teman
saya, mengenai kegagalan saya dan bagaimana mereka membuat lelucon mengenai
mimpi saya dan kegagalan saya. Sejujurnya, cukup menyakitkan ketika orang make
fun of your dream, apalagi orang itu adalah orang yang anda kenal, dan sempat
ikut turut dalam beberapa kali saya mencoba untuk meraih mimpi saya. Tapi
selama ini saya hanya menyimpan itu semua dalam hati saya sambil berharap saya
bisa mempunyai kesempatan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa saya bisa.
Dan kesempatan itu bisa saya dapatkan pada acara ini. Memang bukan acara yang
besar, tapi setidaknya saya membuktikan bahwa saya bisa dan saya mampu. Saya
bukan sekedar orang yang bermulut besar, atau pemimpi, tapi saya lebih dari
itu. Saya mampu melakukan sesuatu yang nyata. Dan tanggal 28 itu adalah
buktinya. Ya, saya dibantu oleh orang-orang yang luar biasa dalam prosesnya,
saya akui, dan saya tidak malu mengatakannya. Tapi tanggal 28 kemarin, on a
personal note, adalah sebuah bukti nyata bagi beberapa orang yang pernah
mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu bahwa mereka salah. Dan lebih
dari itu, ini bukan yang terakhir. Dan saya harap, mulai sekarang mereka bisa
diam dan berhenti untuk run their mouth and make fun of me.
Terakhir, saya hanya ingin
mengucapkan terimakasih untuk orang-orang yang telah bersama-sama membuat acara
Festival of Nations 2014 sukses beyond expectation. Kedua wakil saya, Richard
Lucky dan Dyah Ayu, yang ditengah kesibukannya masih mau membantu saya
menahkodai acara ini. Sekretaris saya, Eme dan, orang yang paling saya percaya
dan nyaman bekerja bareng, Nadira Wandari. Bendahara, Sabatina dan, one the
best person I’ve ever worked with, Wynona. Para coordinator: Laras, Dito, Pasha
dan Tesa, Dani, Ubi, Lulu, Vinca, Svida, Cynthia Sondang, Ridho, Indira, Day,
dan para subkor serta secondman. Terimakasih atas semua kerja keras dan
dedikasinya, saya berhutang banyak pada kalian. Dan untuk semua staff
kepanitiaan yang lain, baik yang resmi maupun yang tidak resmi, yang telah
membantu acara ini: TERIMAKASIH.. Kalianlah otak dari semua kesuksesan ini, dan keberhasilan ini adalah milik kalian. Tidak lupa untuk Nella dan Yani, yang telah berani mengambil resiko dan mempercayai saya untuk mempin acara ini, dan untuk segala bantuan dan dukungan mereka. Serta untuk seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Dan juga saya memohon maaf atas segala salah kata dan
perbuatan yang mungkin saya lakukan selama beberapa bulan terakhir ini. Saya
masiih belajar dan mungkin dalam proses belajar itu saya banyak melakukan
kesalahan. Mohon maaf.
It has been an amazing ride, and
I’m very happy that I went through everything with all of you.
Thank you.
its been incredible, der, thanks!
ReplyDeleteNo. Thank YOU, nay. Thank YOU! :D
Delete