5/04/2014

284

Setelah saya sadari, ternyata sudah cukup lama juga ya saya tidak ngepost sesuatu di blog ini. Harusnya sih ada beberapa tulisan yang sudah saya post disini, tapi karna beberapa alasan, seperti memang saya rasa tidak cukup baik untuk di post, ataupun sampai yang paling cliché yaitu malas ngelanjutin tulisan yang sudah diketik mebuat blog ini semapt terbengkalai. Tapi diluar itu semua, kesibukan sebenarnya menjadi alasan utama mengapa akhirnya saya gak sempat untuk menuangkan emosi dan imajinasi saya di blog ini. Terutama di 2 bulan terakhir ini, hari-hari saya terasa sangat padat dengan banyak hal. Walaupun sejujurnya saya sangat menikmati kesibukan saya beberapa bulan terakhir ini. Dan minggu lalu menjadi puncak segala kesibukan itu, dan menjadi sebuah momen yang sangat special bagi saya.

Saya ingat sekali pembicaraan saya dengan salah seorang teman saya, yang kebetulan mejabat sebagai ketua himpunan program studi jurusan yang saya tempuh, mengenai rencana saya maju untuk mengepalai sebuah acara kampus yang sedang mencari kepala acaranya. Pembicaraan over a bowl of indomie goreng rendang itu masih melekat di benak saya seperti itu baru terjadi kemarin, walaupun tanpa saya sadari, itu terjadi di bulan November tahun lalu. Begitu cepat waktu berjalan tanpa kami sadari. Dan beberapa minggu setelah percakapan itu, saya secara resmi ditunjuk oleh himpunan untuk mempimpin acara tersebut. Membanggakan, sejujurnya, walaupun di mata beberapa orang, acara ini tidak sebesar yang saya anggap. Tapi tetap saja, bagi saya ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri untuk mempimpin acara kampus yang satu ini, karena bagi saya, potensi yang dimiliki acara ini begitu besar sehingga saya merasa terhormat diberi kesempatan ini. Dan sejak saat itu, kerja keras pun dimulai bagi saya. Mulai dari meyakinkan teman-teman saya untuk mau menerima jabatan coordinator divisi yang ada, proses konsepsi, pengorganisasian, mencari dana, hingga hal-hal kecil lain yang kerap mengisi hari-hari saya selama kurang lebih 6 bulan terakhir ini. Hal-hal kecil seperti ketika dalam satu hari saya harus menghadiri 2 kelas dan di saat yang sama ada beberapa rapat divisi yang harus saya ikut hadir, lalu ketika ada waktu senggang saya harus berdiskusi dengan teman-teman coordinator, lalu ditarik ke untuk rapat informal. Melelahkan. Tapi sangat menyenangkan. Dan begitu terus selama 6 bulan terakhir ini. Hingga akhirnya pada tanggal 28 April kemarin, semua kerja keras itu terbayar lunas ketika ratusan orang, bahkan mungkin seribu lebih orang, datang berlalu lalang menikmati acara saya dari pagi hingga penutupan yang begitu luar biasa. Tapi bagi saya, semua terasa begitu indah adalah ketika pada H min. 1, saya melihat ruang Gedung Serba Guna yang tadinya kosong, berubah perlahan, membentuk sebuah venue acara yang selama berbulan-bulan sebelumnya hanya menjadi bayangan di otak saya. Begitu luar biasa melihat teman-teman saya belalu-lalang bekerja saling membantu mempersiapkan semuanya. Buat saya, itulah saat dimana saya merasa paling bahagia.

Tapi diluar itu semua, apa yang saya ingin utarakan, sesuatu yang belum sempat saya bagi dengan siapapun, adalah perasaan saya secara pribadi mengenai keseluruhan persiapan hingga eksekusi acara. Bukan rahasia lagi bahwa memang melakukan hal seperti yang saya lakukan beberapa bulan terakhir adalah sesuatu yang sudah saya impikan sejak lama. Dan bukan rahasia lagi jika memang saya telah beberapa kali mencoba dan gagal. Dan begitu menempel di benak saya perkataan orang, bahkan beberapa teman saya, mengenai kegagalan saya dan bagaimana mereka membuat lelucon mengenai mimpi saya dan kegagalan saya. Sejujurnya, cukup menyakitkan ketika orang make fun of your dream, apalagi orang itu adalah orang yang anda kenal, dan sempat ikut turut dalam beberapa kali saya mencoba untuk meraih mimpi saya. Tapi selama ini saya hanya menyimpan itu semua dalam hati saya sambil berharap saya bisa mempunyai kesempatan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa saya bisa. Dan kesempatan itu bisa saya dapatkan pada acara ini. Memang bukan acara yang besar, tapi setidaknya saya membuktikan bahwa saya bisa dan saya mampu. Saya bukan sekedar orang yang bermulut besar, atau pemimpi, tapi saya lebih dari itu. Saya mampu melakukan sesuatu yang nyata. Dan tanggal 28 itu adalah buktinya. Ya, saya dibantu oleh orang-orang yang luar biasa dalam prosesnya, saya akui, dan saya tidak malu mengatakannya. Tapi tanggal 28 kemarin, on a personal note, adalah sebuah bukti nyata bagi beberapa orang yang pernah mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu bahwa mereka salah. Dan lebih dari itu, ini bukan yang terakhir. Dan saya harap, mulai sekarang mereka bisa diam dan berhenti untuk run their mouth and make fun of me.

Terakhir, saya hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk orang-orang yang telah bersama-sama membuat acara Festival of Nations 2014 sukses beyond expectation. Kedua wakil saya, Richard Lucky dan Dyah Ayu, yang ditengah kesibukannya masih mau membantu saya menahkodai acara ini. Sekretaris saya, Eme dan, orang yang paling saya percaya dan nyaman bekerja bareng, Nadira Wandari. Bendahara, Sabatina dan, one the best person I’ve ever worked with, Wynona. Para coordinator: Laras, Dito, Pasha dan Tesa, Dani, Ubi, Lulu, Vinca, Svida, Cynthia Sondang, Ridho, Indira, Day, dan para subkor serta secondman. Terimakasih atas semua kerja keras dan dedikasinya, saya berhutang banyak pada kalian. Dan untuk semua staff kepanitiaan yang lain, baik yang resmi maupun yang tidak resmi, yang telah membantu acara ini: TERIMAKASIH.. Kalianlah otak dari semua kesuksesan ini, dan keberhasilan ini adalah milik kalian. Tidak lupa untuk Nella dan Yani, yang telah berani mengambil resiko dan mempercayai saya untuk mempin acara ini, dan untuk segala bantuan dan dukungan mereka. Serta untuk seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Dan juga saya memohon maaf atas segala salah kata dan perbuatan yang mungkin saya lakukan selama beberapa bulan terakhir ini. Saya masiih belajar dan mungkin dalam proses belajar itu saya banyak melakukan kesalahan. Mohon maaf.

It has been an amazing ride, and I’m very happy that I went through everything with all of you.

Thank you.



2 comments: