Well, I have finally reach this time of the year again. Dan lagi-lagi saya membiarkan blog ini terbengkalai tanpa post selama berbulan-bulan. Something never change. hahaha. Well, at least kali ini saya ingat since postingan ini semacam berhubungan dengan apa yang ada di otak saya saat ini. Terlalu banyak sebenarnya yang harusnya saya ceritakan, saya bagikan, atau saya keluarkan, tapi sebagian sebenarnya cukup untuk mewakili semua-muanya. Dan ini teruntukan pada jiwa ini yang rasa-rasanya sudah tidak tahan lagi untuk menahan keinginan untuk menuangkan sedikit bagian hidup ini di suatu media.
Cuaca di bagian utara kota Bandung malam ini nampak masih mendung. Kadang saya masih berusaha untuk percaya kalau saya sudah menjalani 339 hari di tahun 2013, dan kini, tersisa 26 hari lagi di tahun yang begitu banyak cobaan bagi saya. Mata saya tidak lepas dari satu hari yang terlihat begitu menyenangkan namun di saat yang sama seperti menjadi momok buat saya. Easy to guess bila melihat dari judul blog ini: Tanggal 7. Hari dimana saya akan resmi menjadi seorang manusia yang telah menjalani hidup selama 23 tahun di bumi ini. Menyenangkan bila saya melihatnya sebagai hari dimana saya akan seperti raja sehari, mendapat hadiah, uang jajan lebih, dan hal lainnya. Dan akan menjadi menakutkan bila saya sadar bila saya sudah mulai makin menjauh dari hal-hal menyenangkan yang saya biasa lakukan, dan mulai harus mengemban tugas lebih sebagai seorang laki-laki dewasa. Terdengar kekanak-kanakan? Mungkin. Mungkin tidak. Tapi all I know is that, as much as I hate to enter the world adulthood, I eventually have to. Dan as much as I love my childish life, I eventually have to leave it behind. Grow up, not only grow old. Berat, tapi harus dijalankan. Mulai memikirkan lebih jauh kedepan, tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi lebih dari itu, memikirkan orang-orang yang begitu saya kasihi.
Menjadi dewasa itu tidak mudah. Tidak akan pernah mudah. Tapi hidup akan membawa kita ke fase perubahan itu. Ready or not, you have to be ready. Saya bukan orang paling dewasa, jauh dari kata itu bahkan, tapi saya berusaha. Tahun 2013, secara spesifik, menjadi sebuah tahun yang menempa saya lebih keras dari tahun-tahun lain yang sudah saya jalani. Ketika masalah datang terus-menerus. Saya ingat seorang teman bahkan pernah berkata, "Der, kenapa sih tahun ini lo banyak banget masalah?", saya hanya bisa tersenyum sambil berusaha untuk menyadari bahwa ini betul-betul terjadi. Tapi ketika saya coba sadari lebih lanjut, ini seperti sudah terencena oleh Yang Di Atas. I'm not the most religious person, but, this time around, He seems to trying to re-shape me over again. Mempersiapkan saya untuk memasuki fase yang baru. Dan Ia melakukannya melalui masalah-masalah itu. Well, not only with problems, of course, tapi dengan banyak hal yang menyenangkan pula. Oh iya, dengan tanggung jawab yang lebih besar. Dan kini, ketika saya melihat kembali kebelakang, ke 365 hari yang seperti roller coaster itu, saya bisa berkata bahwa saya bersyukur saya boleh menghadapi semuanya itu. Momen ketika saya bisa tertawa, menangis, bahagia, kecewa, bangga, jatuh, bangkit, belajar untuk merelakan, dan dewasa.
Pada akhirnya, selayaknya saya mengucapkan ini kepada tahun 2013: Terimakasih. untuk semuanya. Kini saya siap.
#SongToThisPost Desember - Efek Rumah Kaca
Cuaca di bagian utara kota Bandung malam ini nampak masih mendung. Kadang saya masih berusaha untuk percaya kalau saya sudah menjalani 339 hari di tahun 2013, dan kini, tersisa 26 hari lagi di tahun yang begitu banyak cobaan bagi saya. Mata saya tidak lepas dari satu hari yang terlihat begitu menyenangkan namun di saat yang sama seperti menjadi momok buat saya. Easy to guess bila melihat dari judul blog ini: Tanggal 7. Hari dimana saya akan resmi menjadi seorang manusia yang telah menjalani hidup selama 23 tahun di bumi ini. Menyenangkan bila saya melihatnya sebagai hari dimana saya akan seperti raja sehari, mendapat hadiah, uang jajan lebih, dan hal lainnya. Dan akan menjadi menakutkan bila saya sadar bila saya sudah mulai makin menjauh dari hal-hal menyenangkan yang saya biasa lakukan, dan mulai harus mengemban tugas lebih sebagai seorang laki-laki dewasa. Terdengar kekanak-kanakan? Mungkin. Mungkin tidak. Tapi all I know is that, as much as I hate to enter the world adulthood, I eventually have to. Dan as much as I love my childish life, I eventually have to leave it behind. Grow up, not only grow old. Berat, tapi harus dijalankan. Mulai memikirkan lebih jauh kedepan, tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi lebih dari itu, memikirkan orang-orang yang begitu saya kasihi.
Menjadi dewasa itu tidak mudah. Tidak akan pernah mudah. Tapi hidup akan membawa kita ke fase perubahan itu. Ready or not, you have to be ready. Saya bukan orang paling dewasa, jauh dari kata itu bahkan, tapi saya berusaha. Tahun 2013, secara spesifik, menjadi sebuah tahun yang menempa saya lebih keras dari tahun-tahun lain yang sudah saya jalani. Ketika masalah datang terus-menerus. Saya ingat seorang teman bahkan pernah berkata, "Der, kenapa sih tahun ini lo banyak banget masalah?", saya hanya bisa tersenyum sambil berusaha untuk menyadari bahwa ini betul-betul terjadi. Tapi ketika saya coba sadari lebih lanjut, ini seperti sudah terencena oleh Yang Di Atas. I'm not the most religious person, but, this time around, He seems to trying to re-shape me over again. Mempersiapkan saya untuk memasuki fase yang baru. Dan Ia melakukannya melalui masalah-masalah itu. Well, not only with problems, of course, tapi dengan banyak hal yang menyenangkan pula. Oh iya, dengan tanggung jawab yang lebih besar. Dan kini, ketika saya melihat kembali kebelakang, ke 365 hari yang seperti roller coaster itu, saya bisa berkata bahwa saya bersyukur saya boleh menghadapi semuanya itu. Momen ketika saya bisa tertawa, menangis, bahagia, kecewa, bangga, jatuh, bangkit, belajar untuk merelakan, dan dewasa.
Pada akhirnya, selayaknya saya mengucapkan ini kepada tahun 2013: Terimakasih. untuk semuanya. Kini saya siap.
#SongToThisPost Desember - Efek Rumah Kaca
No comments:
Post a Comment